Beranda Berita

Di Tengah Corona, UMKM Sokong Kinerja P2P Lending

Di Tengah Corona, UMKM Sokong Kinerja P2P Lending

JAKARTA – Penyebaran virus corona dinilai belum mempengaruhi kinerja fintech peer to peer (P2P) lending.

Hal tersebut disampaikan oleh Pengamat Ekonomi Digital dari Universitas Negeri Jakarta Karuniana Dianta Arfiando Sebayang. Menurutnya, hal ini karena P2P menyasar sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Karena di dalam [keadaan] krisis ini yang paling kuat bertahan adalah sektor UMKM. Buktinya 1998, UMKM yang bisa selamatkan perekonomian Indonesia,” jelasnya, Selasa (17/3/2020).

Dianta meyakini bahwa kemampuan UMKM merupakan lini yang fleksibel dalam menghadapi turbulensi ekonomi. Selain itu, sektor ini paling banyak fokus ke pasar domestik.

Dianta pun optimis bahwa korelasi peminat konsumen akan produk-produk UMKM meningkat, sehingga ke depan sektor usaha wong cilik bakal makin giat mencari tambahan modal usaha.

“Sekarang tinggal jaga kemampuan daya beli rakyat,” tambahnya.

Christopher Gultom, Chief Credit Officer & Co-Founder Akseleran, mengungkapkan pendaan perseroan masih mengalami kenaikan. Pertumbuhan yang terjadi pada peminjam sejalan dengan pertumbuhan pada nilai investasi pendanaan yang disalurkan oleh para pemberi pinjaman Akseleran (lender).

Rata-rata dalam sehari, kata dia, jumlah investasi pendanaan Akseleran mencapai sekitar Rp2 miliar lebih di sepanjang pertengahan Maret 2020, atau tumbuh 61 persen dibandingkan periode yang sama bulan lalu.

“Masih di pertengahan Maret ini, yang tak kalah menarik adalah total nilai investasi pendanaan dari para lender baru kami berhasil tumbuh hingga 277 persen dibandingkan dengan pertengahan Februari,” ujarnya.

Menurutnya, penting bagi perusahaan untuk terus mengedukasi masyarakat luas di Indonesia tentang perananan Akseleran sebagai Fintech P2P Lending yang bergerak di sektor pinjaman usaha produktif.

Selain itu, perusahaan tetap konsisten dalam mendorong perekonomian nasional meski di tengah kondisi kurang baik saat ini akibat wabah virus corona.

Untuk diketahui, perusahaan rintisan berbasis teknologi finansial (Tekfin/Fintech) Peer to Peer (P2P) Lending), Akseleran mengklaim berhasil menyalurkan total pinjaman usaha senilai lebih dari Rp1,1 triliun.

Tercatat, sepanjang pertengahan Maret 2020, rata-rata harian untuk jumlah pelaku usaha (UKM) yang mengajukan pinjaman usaha produktif melalui Akseleran mencapai sekitar 250 per hari atau tumbuh hingga 116 persen dibandingkan dengan realisasi pada pertengahan Februari kemarin.

sumber artikel: bisnis.com