Beranda Berita

Tak Kondusif, Korporasi Sektor Ini Sebaiknya Tidak Keluarkan Obligasi

Tak Kondusif, Korporasi Sektor Ini Sebaiknya Tidak Keluarkan Obligasi

JAKARTA – Ketidakpastian ekonomi yang tengah melanda membuat sejumlah sektor usaha diminta menahan diri untuk menerbitkan obligasi korporasi.

Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan, momentum pasar saat ini amat mendukung untuk menerbitkan obligasi korporasi. Salah satunya adalah tingkat suku bunga yang rendah akan menurunkan biaya (cost of fund) yang dikeluarkan perusahaan untuk menerbitkan surat utang.

Meski demikian, ketidakpastian global yang tengah terjadi juga memukul mundur sentimen tersebut pada beberapa sektor. Ketidakpastian yang mayoritas muncul dari wabah virus corona di China ini turut mempengaruhi prospek penerbitan obligasi korporasi.

Salah satu sektor yang cukup terdampak menurutnya adalah pertambangan. Bidang pertambangan Indonesia memiliki pasar di China yang cukup besar dan saat ini kinerjanya juga tengah anjlok karena pembatasan arus barang dari dan menuju ke China.

Selain itu, sektor perkebunan juga sebaiknya tidak melakukan penerbitan obligasi korporasi saat ini. Ramdhan mengatakan, kinerja sektor ini tengah terganggu karena kegiatan ekspor yang sedang terhambat.

“Hal ini menimbulkan persaingan usaha yang lebih berat di tingkat dunia untuk mencari mitra dagang dengan potensi sebesar China,” ujarnya saat dihubungi pada Senin (24/2/2020) di Jakarta.

Ia juga menilai bidang properti juga kurang prospektif untuk melakukan penerbitan obligasi. Hal ini terlihat dari tren pertumbuhan industri tahunan yang dalam beberapa waktu terakhir cenderung negatif. Hal tersebut membuat cost of fund penerbitan obligasi di sektor ini cukup tinggi meskipun rating utang yang dimiliki perusahaan di bidang ini cukup baik.

Secara terpisah, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menambahkan sektor lain yang terdampak cukup besar dari ketidakpastian global adalah agrikultur.

“Selain kinerjanya yang terpengaruh sentimen wabah virus corona, saat ini tingkat daya beli juga sedang lemah. Sehingga, sektor-sektor tersebut sebaiknya jangan mengeluarkan obligasi korporasi terlebih dahulu,” katanya.

sumber artikel: bisnis.com