Beranda Berita

IHSG Diproyeksi Masuk Fase Uptrend, Cermati Saham-Saham Berikut

IHSG Diproyeksi Masuk Fase Uptrend, Cermati Saham-Saham Berikut

JAKARTA–Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan penguatan pada perdagangan Kamis (31/10/2019).

Pada Rabu (30/10/2019), IHSG ditutup pada level 6.295,75 atau menguat 0,23%. Sepanjang tahun berjalan 2019, IHSG menguat 1,63%.

Dalam risetnya, analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta mengatakan support pertama maupun kedua memiliki range pada 6.224,42 hingga 6.207,49. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 6.342,61 hingga 6.369,42.

Berdasarkan indikator, MACD, stochastic maupun RSI masih menunjukkan sinyal positif.

“Selain itu, terlihat beberapa pola upward bar yang mengindikasikan adanya potensi penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG, sehingga berpeluang menuju ke area resistance,” ujarnya.

Nafan pun merekomendasikan beberapa saham yang patut dicermati oleh para investor pada perdagangan besok, di antaranya, ACES, ADRO, BBTN, BNGA, HMSP, dan SMRA.

Direktur Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya juga memproyeksikan pada Kamis (31/10/2019) IHSG berpeluang ditutup menguat. Dia memperkirakan rentang IHSG berada pada kisaran 6.187 hingga 6.372.

Menurutnya, pergerakan IHSG saat ini masih menunjukkan peluang kenaikan jangka panjang, sehingga momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian, mengingat kondisi tren jangka panjang IHSG masih berada dalam pola uptrend.

“Peluang kenaikan masih akan terlihat pada IHSG pada Kamis (31/10/2019),” katanya.

Beberapa saham yang patut dicermati para investor menurut William, antara lain INDF, BBNI, BBCA, ASII, SRIL, KLBF, ROTI, dan HMSP.

Berikut adalah 10 saham teraktif yang diperdagangkan oleh investor asing

pada perdagangan 30 Oktober 2019

Saham Volume (lembar saham)
PGAS 70.521.600
BJTM 13.556.400
BBRI 10.319.000
POOL 6.927.900
BTPS 5.958.200
BBCA 4.783.796
RIMO 3.648.100
MNCN 3.546.100
DMMX 3.174.000
KEEN 2.954.500

Sumber: Bloomberg, 30 Oktober 2019.

sumber artikel: bisnis.com