Beranda Berita

Gubernur Sulsel Imbau Kegiatan Massal Ditunda

Gubernur Sulsel Imbau Kegiatan Massal Ditunda

MAKASSAR – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengimbau kepada pemerintah daerah agar kegiatan yang sifatnya melibatkan orang banyak atau massal sebaiknya ditunda. Hal hal terkait semakin masifnya penyebaran pandemi Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia.

“Kami juga telah mengimbau seluruh kegiatan yang bersifat nasional dan internasional yang akan digelar di Sulsel untuk ditunda dulu,” kata Nurdin Abdullah di rumah jabatan Gubernur Sulsel, Minggu (15/3/2020).

Nurdin berharap sebagai langkah antisipasi pencegahan dan penyebaran virus corona, hal ini dapat dimengerti oleh masyarakat termasuk para pelaksana kegiatan acara.

Pemerintah Provinsi Sulsel juga mulai mengambil langkah preventif dalam upaya pencegahan wabah yang berasal dari Wuhan itu. Apalagi, Kementerian Kesehatan RI secara resmi telah menyampaikan jumlah pasien positif Covid-19 hingga hari ini mencapai 117 orang.

“Langkah ini sebagai upaya mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” sebutnya.

Adapun sejumlah kegiatan akbar yang masuk dalam daftar penundaan di antaranya Hari Budaya pada 1 April mendatang. Kegiatannya lainnya yakni Konvensi Nasional Pendeta Gereja Toraja Se-Indonesia yang akan dohelat di Asrama Haji Sudiang pada 17-20 Maret 2020.

Nurdin mengatakan, telah meminta wali kota Makassar untuk melakukan penundaan. Ia mengaku juga telah berkoordinasi dengan tokoh-tokoh yang akan melakukan pertemuan besar. Salah satunya Ketua Sinode Gereja Toraja yang juga akan menggelar pertemuan nasional bersama Persatuan Gereja Toraja seluruh Indonesia akan bertemu.

“Tadi semua sudah menyampaikan siap menunda kegiatan dan sudah diumumkan,” ungkap Nurdin.

Kegiatan yang melibatkan tamu dari luar negeri yakni Ijtima Dunia 2020 Zona Asia yang akan dilaksanakan Minggu 20-22 Maret 2020. Diperkirakan akan dihadiri dari 48 negara juga minta untuk ditunda.

“Kita juga sudah koordinasi dengan Bupati Gowa supaya juga kita tunda. Karena itu akan mendatangkan 48 negara. Ini sangat rawan,” jelasnya.

Sementara untuk pelaksanaan wisuda di kampus Universitas Hasanuddin pada Senin (16/3/2020) besok, Nurdin sebelumnya menyampaikan agar kegiatan tersebut bisa dipercepat tanpa ada sesi jabat tangan oleh semua peserta wisuda yang hadir. Namun, hari ini pihak Unhas memutuskan untuk menunda kegiatan tersebut.

“Kita tunggu sampai waktu yang baik,” kata Nurdin.

Selain itu, pintu masuk kunjungan ke Sulsel juga sudah dalam pemantauan ketat, seperti bandara dan pelabuhan. Tak hanya untuk kedatangan internasional tetapi juga untuk kedatangan domestik.

sumber artikel: bisnis.com