Beranda Berita

Transjakarta Buka Peluang Kehadiran Bus Listrik Mercedes Benz, Volvo, dan Scania

Transjakarta Buka Peluang Kehadiran Bus Listrik Mercedes Benz, Volvo, dan Scania

JAKARTA–PT Transportasi Jakarta membuka peluang bus listrik buatan Eropa hadir melayani warga DKI.

Demikian disampaikan Direktur Utama PT Transjakarta Agung Wicaksono terkait peluang tiga merek bus tersebut masuk dalam jajaran armada TransJakarta.

Bus Eropa tersebut – yaitu Mercedes Benz dari Jerman, Volvo dan Scania dari Swedia – hadir dalam BusWorld Eropa dengan versi bus listriknya.

“Ternyata, bus listrik adalah memang betul tren masa depan dunia. Next Generation, seperti tertulis di display-nya,” kata Agung seperti dikutip dalam siaran pers, Minggu (27/10/2019).

Kendati merk-merk Eropa sudah memiliki nama besar, syarat standar laik pakai operasional Transjakarta harus dipenuhi.

Syarat standar itu adalah ketahanan baterai dalam menjalankan bus listrik. Cuaca Jakarta sangat mempengaruhi kemampuan bus beroperasi, terutama kemampuan baterai untuk pendinginan di dalam bus.

Agung menghitung kebutuhan energi baterai untuk AC di iklim tropis sama besarnya dengan kebutuhan energi untuk menggerakkan perjalanan bus.

Dia berharap bus listrik Eropa bisa memenuhi kebutuhan Transjakarta dengan standar dan spesifikasi yang andal menghadapi cuaca dan suhu udara panas Ibu Kota.

Di sisi lain merek Tiongkok seperti BYD saat ini sudah menjadi market leader bus listrik di dunia dan sudah menjalankan ujicoba bersama Transjakarta. Namun, Agung tetap siap mendukung merk Mobil Anak Bangsa (MAB) untuk menjadi mitra Transjakarta di masa depan.

Transjakarta lebih mengedepankan Agen Pemegang Merk (APM) dalam pemilihan armada yang akan di operasikannya. Maksudnya agar kualitas dan perawatan serta suku cadang dapat dilaksanakan dengan baik dan berkesinambungan.

“TransJakarta terbuka untuk semua [perusahaan dan operator], karena soal bus tidak penting dari mana paspor atau KTP-nya, yang penting seberapa berkualitas mereka dalam merawat, menyediakan spare-part dan manajemen siklus baterai sebagai jantung bus listrik,” ucap Agung.

sumber artikel: bisnis.com