Beranda Berita

Lama Tertekan, Buffet Akhirnya Lepas Bisnis Surat Kabar

Lama Tertekan, Buffet Akhirnya Lepas Bisnis Surat Kabar

JAKARTA – Warren Buffet, tokoh bisnis kenamaan dunia, akhirnya memutuskan untuk mengakhiri investasi menahunnya di industri media cetak.

Dikutip dari Bloomberg, Kamis (30/1/2020), pemilik Berkshire Hathaway Inc. ini melepas seluruh media cetak di bawah BH Media dan Buffalo News ke Lee Enterprises Inc. Penjualan seluruh lini bisnis koran yang dimilikinya selama bertahun-tahun itu diumumkan Rabu, (29/1/2020) waktu setempat.

Dalam beberapa tahun terakhir, Buffet memang sudah menyesalkan perubahan kondisi bisnis media cetak dan mengakui bahwa dia tidak yakin membuat usaha surat kabar itu berhasil.

BH Media, yang memiliki jaringan surat kabar di seluruh Amerika Serikat, telah memangkas jumlah pekerjanya selama bertahun-tahun untuk mengatasi penurunan pendapatan iklan.

James Armstrong, Presiden Henry H. Armstrong Associates, perusahaan yang mengelola $825 juta dana, termasuk saham Berkshire, megatakan bahwa transisi dari bisnis media cetak ke media digital hanya dapat dilakukan oleh pihak yang fokus. Hal itu diakuinya bias dilakukan dengan tanggung jawab oleh Lee Enterprises Inc.

“Berkshire benar-benar tidak dapat berkontribusi dalam hal upaya manajemen untuk itu,” ujarnya.

Kesepakatan itu memperkuat hubungan antara perusahaan Buffett dan Lee Enterprises Inc yang telah mengelola surat-surat BH Media sejak 2018.

“Kami tidak tertarik menjual grup kepada siapa pun karena satu alasan sederhana, yakni kami percaya bahwa Lee berada pada posisi terbaik untuk melalui tantangan industri,” kata Buffett dalam sebuah pernyataan resmi, Rabu (29/1/2020).

Dengan begitu, aksi korporasi tersebut menjadi divestasi kedua yang dilakukan Berkshire dalam kurun waktu kurang dari setahun. Divestasi pertama dilakukan Buffet dengan menjual bisnis asuransi pada akhir 2019.

SENJAKALA MEDIA CETAK

Buffett sebenarnya memiliki hubungan erat dan panjang dengan industri surat kabar. Dia sebelumnya juga memiliki Omaha Sun, yang memenangkan Hadiah Pulitzer untuk investigasi Boys Town.

Dia juga membuat kesepakatan untuk membeli World-Herald pada 2011.

Namun, pada 2018, Orang terkaya ketiga versi Forbes 2019 itu mengaku terkejut bahwa penurunan permintaan surat kabar belum mereda. Selain itu, perusahaannya belum juga menemukan strategi yang berhasil untuk mengatasi anjloknya pendapatan iklan dan sirkulasi.

Pada tahun itu, berdasarkan data Pew Research Center, sirkulasi surat kabar di Amerika Serikat memang turun ke level terendah sejak 1940.

Selain New York Times Co. yang sebaliknya berkembang pesat, bisnis surat kabar di seluruh Amerika Serikat memang mengalami krisis.

McClatchy Co., yang memiliki sekitar 30 surat kabar, termasuk Miami Herald dan Charlotte Observer, sedang berjuang untuk menghindari kebangkrutan karena harus memenuhi kewajiban kepada pensiunannya dan juga membayar hutang.

Salt Lake Tribune justru menjadi organisasi nirlaba pada tahun lalu, setelah gagal menemukan model bisnis yang menguntungkan.

“Dunia akan berubah secara dramatis. Kami menyambut perubahan itu dan kami tentu ingin memiliki manajer yang dapat mengantisipasi dan beradaptasi dengannya,” kata Buffet.

sumber artikel: bisnis.com