Beranda Berita

Bank Mandiri Kebalap BCA Dalam Mendulang Laba, Kok Bisa?

Bank Mandiri Kebalap BCA Dalam Mendulang Laba, Kok Bisa?

JAKARTA — Dua bank raksasa di Tanah Air, yakni PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), saling bersaing dalam menghimpun laba. Kedua bank tersebut saling berkejar-kejaran dalam menghimpun laba.

Sempat unggul dalam dua kuartal tahun ini, BMRI harus mengalah dengan BBCA pada kuartal III/2019. Bank Mandiri mencetak laba Rp20,3 triliun atau naik 11,9% secara tahunan (year-on-year/yoy). Namun, BCA unggul tipis menjadi Rp20,9 triliun per September 2019 ini atau naik 13% yoy. (lihat tabel)

Perbandingan Laba BMRI dan BBCA 2019
Uraian BBCA Pertumbuhan BMRI Pertumbuhan
Kuartal I Rp6,1 triliun 10,1% Rp7,2 triliun 23,4%
Kuartal II Rp12,9 triliun 12,6% Rp13,5 triliun 11,1%
Kuartal III Rp20,9 triliun 13% Rp20,3 triliun 11,9%

Sumber: laporan keuangan, September 2019

Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi mengakui bahwa ada perlambatan kinerja pada kuartal III/2019 jika dibandingkan dengan  tahun sebelumnya, karena laba pada kuartal III/2018 sempat melesat di level 20%.

Hery mengemukakan dua hal yang menyebabkan perlambatan yakni proyeksi pertumbuhan segmen konsumer yang tidak sesuai ekspektasi, dan segmen korporasi yang dulu tumbuh dua digit kini hanya satu digit.

Meski demikian perseroan mengklaim pertumbuhan laba masih didorong kenaikan kredit yang diiringi dengan perbaikan kualitas kredit dan pengendalian biaya operasional melalui dukungan otomatisasi serta digitalisasi meski di tengah kondisi ekonomi yang kurang mendukung saat ini.

Tak hanya itu, pertumbuhan perseroan saat ini lebih diutamakan untuk sustainabilitas jangka panjang sehingga pengukuran kinerja tidak hanya diukur pada akhir periode tetapi juga saldo rata-rata.

“Metode ini mampu menjadikan pertumbuhan bisnis Bank Mandiri menjadi lebih sustain dan berkualitas sehingga mampu meberikan nilai tambah yang jauh lebih baik bagi pemegang saham,” katanya, Senin (28/10/2019).

Sementara itu, Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan pencapaian tersebut didukung oleh kinerja operasional yang solid. Sejalan dengan pertumbuhan kredit BCA, pendapatan bunga bersih meningkat 12,2% yoy menjadi Rp37,4 triliun.

Sementara pendapatan operasional lainnya naik 19,3% yoy menjadi Rp15,0 triliun, didorong oleh peningkatan provisi dan komisi yang meningkat 16,3% yoy, serta pendapatan transaksi perdagangan.

“BCA mencatat pertumbuhan kredit di berbagai segmen, serta membukukan peningkatan dana CASA. Kepercayaan nasabah pada layanan keuangan BCA telah mendukung pencapaian kinerja bisnis BCA yang berkelanjutan,” kata Jahja, Senin (28/10/2019).

sumber artikel: bisnis.com